Catatan Acak Muhammad Yorga

Maret 25, 2008

Mendefinisikan Arti SAYA

Diarsipkan di bawah: Ilmu dalam Artikel — muhammadyorga @ 1:53 pm

Siapa Saya?

Haha. Filosofis pisan.

Kemarin-kemarin baru ada pelatihan solat khusyuk di mesjid dekat rumah. Kalau didengar sih banyak yang bisa didapat, tapi karena saya tidak fokus jadi tidak banyak yang saya dapat.

Yang menarik mengenai siapa saya. Pemateri bertanya, “Yang manakah Saya?”.

Cukup sulit menjawabnya.

Apakah Saya adalah saat saya menunjuk tubuh saya?

Analogikan tubuh saya dapat dimutilasi, maka tidak akan ada satupun yang menjadi Saya. Tangan saya bukanlah Saya, hanya tangan milik saya. Kepala saya pun bukan Saya, dia hanya milik Saya.

Apakah Saya adalah seluruh komponen organ yang disatukan? Tidak juga. Mereka hanya milik Saya yang bersatu.

Jadi?

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sungguh, Aku akan Menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dan lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka Apabila Aku telah Menyempurnakannya, dan Aku telah meniupkan Roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

(15:28-29)

Dis is the answer.

Saya bukanlah sebuah wujud fisis. Saya adalah Ruh yang Dia tiupkan.  Yang menjadi milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

& Komentar »

  1. jadi gni yor, ceuk urang mah… merujuk ayat yang diatas, kayaknya akan lebih tepat kesimpulanmu, jika “meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya”, coba dalam kurungnya hilangkan, akan semakin terbuka makna yg lebih jelas dan jauh lebih dalam daripadanya, ditambah penerangan selanjutnya yang menyuruh tunduk dan bersujud, tidak ada yg lebih pantas untuk tunduk dan disujudi melainkan NYA kan?? hehe.. cuman share pendapat, gausah dibawa serius..

    Komentar oleh puraga baskara — Juni 10, 2008 @ 2:15 pm | Balas

  2. bngung jga “saya” ditulisan ini..
    hahaha..

    intinya memang benar..
    saya adalah saya milik-Nya yg Menciptkan kita

    Komentar oleh realitaseorangupi — Oktober 26, 2008 @ 9:31 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.