Terlepas bagaimanapun alur kaderisasi pengurus OSIS, pengurus OSIS sendiri mesti bisa memegang posisi kultural di angkatan maupun di sekolah jauh hari sebelum dirinya dipercaya sebagai pengurus OSIS.
Jika belum bisa, segeralah lakukan setelah dipercaya!
Mengapa hal ini menjadi hal yang urgent? Untuk memperkuat eksistensi OSIS secara kurtural, sebelum OSIS dapat berbuat banyak bagi almamater.
Pengurus OSIS sendiri mempunyai dua sifat wajib; inklusif dan eksklusif, yang masing-masing kontradiktif namun saling menguatkan.
Inklusif, maksudnya pengurus OSIS dapat membaur dengan teman-temannya, tidak kebanyakan rapat dan berkongkow ria bersama sesama pengurus jika dirinya sedang dalam waktu luang. Hal ini dapat membuat gap yang besar apalagi jika kenyataannya OSIS tidak mampu berbuat banyak bagi almamater, malah dicaplah sebagai kaum eksklusif nan autis.
Eksklusif, tetap menjaga identitas sebagai pengurus OSIS dengan menjaga integritas dan keteladanan meskipun lingkungan menentang. Kuat dan tidak terseret arus.

