Catatan Acak Muhammad Yorga

September 25, 2008

Posisi OSIS Kultural (How?)

Diarsipkan di bawah: Rekayasa OSIS — muhammadyorga @ 2:37 pm

Bagaimana cara membuat posisi OSIS diakui secara kultural?
1. Kekuatan legitimasi perseorangan (wibawa, disegani, dihormati)

  • ada pemimpin yang lahir secara natural, atau dorongan lingkungan semasa SMP nya. Jadikanlah ia sebagai pengurus OSIS. Berarti hal ini mesti diamati sejak alur kaderisasi bermula. Tariklah pemimpin-pemimpin natural sebagai calon pengurus OSIS bagaimanapun caranya.
  • Bagi pengurus OSIS yang memang dirasa belum memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, teruslah belajar (learn about dan learn to do), bagaimana caranya beretorika, memimpin rapat yang baik, menjadi komandan lapangan, semuanya tentu bisa didapat dari mempelajari teori (learn about) dan praktek lapangan (learn to do).
  • Jika poin sebelumnya benar-benar dilakukan, saat anggota OSIS berhadapan dengan pengurus, akan tampaklah wibawa dirinya di mata anggota OSIS tersebut.
  • Legitimasi dapat dilihat dari hal-hal lain seperti prestasi dan kadar kesholehan meskipun tidak dominan.

2. Pengurus yang Heterogen
Walaupun bukan aksioma dalam dunia nyata, namun di dunia kesiswaan, untuk merangkul rakyat yang heterogen dibutuhkan pemerintah yang heterogen pula. Yang dekat dengan masjid, yang suka nongkrong, anak seni, paskibra, dll.

3. Inklusif (telah dijelaskan)

4. Bukti Nyata Kebermanfaatan OSIS bagi Rakyat (yang terpenting)
Rakyat tidak melihat kinerja yang tidak kasat mata. Hal-hal pragmatis yang dilakukan OSIS justru akan berdampak besar bagi pandangan rakyat kepada OSIS. Contoh sederhana; seluruh pengurus OSIS menonton pertandingan ekskul basket bahkan membuat propaganda yang ‘wah’ di sekolah; pengurus OSIS membuatkan proposal dan membantu mencarikan dana bagi ekskul; mengadakan buka bersama angkatan. Dll. Dll.
Hal-hal seperti itu bagi kita memang dirasa kurang manfaatnya dalam jangka waktu ke depan padahal ternyata sangat penting bagi mereka.
Tips lain akan diberikan secara berkala dalam jurnal di www.muhammadyorga.wordpress.com

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.