Kaisar Muda Alexander kewalahan, saat pasukan Napoleon membombardir pasukan mereka di ranah sendiri. Ia gentar, pasukan Napoleon yang dikenal buas di seantero Eropa, tidak lama lagi akan menduduki Moskow. Walau begitu ia tak tahu, di pihak Perancis sendiri, pasukan Napoleon sudah bosan berperang. Mereka menantikan kedamaian yang tak kunjung muncul akibat tangan otoriter kaisar mereka, sang penguasa Eropa: Napoleon Bonaparte.
Dengan enggan, Alexander muda menyerahkan tampuk kepemimpinan pasukan kepada Kutusov, jenderal kolot Rusia, musuh bebuyutan Napoleon. Dari lubuk hatinya Alexander yang arogan memang tak suka dengan Kutusov. Tapi itu langkah yang tepat. Pasukan Rusia amat mencintai dan mengelu-elukannya.
Kutusov itu eksentrik. Seolah becermin pada strategi Sun Tzu, ia mengosongkan Moskow, pusat kehidupan Rusia, dan malah membiarkan Napoleon memasukinya. Menangislah Rusia, mereka mesti rela Moskow ‘dibuang’ oleh Kutusov.
Tapi ternyata itu adalah awal mimpi buruk bagi pasukan Napoleon. Ternyata pula Kutusov telah berencana dengan matang. Ini bukan taktik Sun Tzu, melainkan taktik Kutusov.
Moskow benar-benar kosong, tak ada makanan, tak ada kehidupan, hanya ada pelacur dan gelandangan berpenyakitan. Napoleon terjebak di kota asing, terkepung dalam sejarah. Saat malam tiba mereka dikagetkan dengan serangan gerilya dan mendadak. Moskow terbakar! Kini Moskow menjadi lautan api!
Kematian membayangi pasukan Napoleon. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Di tengah bencana penyakit dan kelaparan akibat kekurangan persediaan makanan, musim dingin Rusia datang mengancam, musim dingin bumi Utara yang dikenal amat ganas.
Pagi itu, 19 Oktober 1812, mereka mundur dari Moskow. Namun itu bukan akhir mimpi buruk. Mereka terlambat. Salju telah turun dan memporak-porandakan pasukan Napoleon. Banyak yang berjatuhan dalam perjalanan. 25 derajat di bawah nol! Kejayaan yang diperoleh pasukan Napoleon di seantero Eropa, ternyata harus takluk oleh kekejaman daratan Rusia.
Hebatnya, ini semua pun sudah diperhitungkan Kutusov. Belum sempat Napoleon menarik nafas lega ditinggal salju yang tak lagi turun, giliran pasukan Kutusov membombardir pasukannya, memanfaatkan kondisi pasukan Napoleon yang semakin memburuk. Serangan bertubi-tubi.
Naasnya pasukan Napoleon. Dari jumlah pasukan yang awalnya 400 ribu orang, kini berkurang menjadi kurang dari 60 ribu orang. Inilah titik balik kedigdayaan Perancis. Tahun 1812 Napoleon kalah.


Wah pas. Kemaren saya dan keluarga di monumen kekalahan Napoleon itu.
Komentar oleh farid — Juli 23, 2009 @ 12:37 pm |