Yap, 4 November nanti akan diselenggarakan pemilu presiden di AS dimana calonnya adalah pemuda bernama Barrack Obama dari Partai Demokrat dan kakek tua bernama John McCain dari Partai Republik.
Banyak umat muslim yang mulanya berharap banyak terhadap Obama, (secara gitu) dia adalah keturunan Muslim Kenya, bernama tengah Hussain, dan pernah tinggal di Indonesia. Selain itu, Obama getol menyuarakan isu persamaan derajat dan HAM dalam kampanyenya.
Di samping itu, lawannya John McCain diklaim sebagai antek-antek Bush, musuh utama umat Islam di Timur Tengah. Kebijakan McCain nantinya dinilai tidak akan jauh berbeda dengan Bush.
Namun, sepertinya harapan itu tidak akan terejawantahkan. Di belakang Obama maupun McCain sama-sama bermain lobi Zionis Israel. Untuk membuktikannya, coba Anda ketik nama Obama di mesin pencari di situs http://eramuslim.com/, situs islam moderat yang bisa dijadikan rujukan valid oleh umat islam Indonesia.
Maka Anda akan menemukan belasan artikel mengenai keberpihakan Obama kepada Israel dan ke-antiIslam-annya, beberapa di antaranya yaitu:
- Obama dibesarkan di Partai Demokrat. Demokrat sama dengan liberal yang beraliran “menghalalkan apa saja berkedok Hak Asasi Manusia” yang selama ini ditentang oleh Muslimin. Misalnya; perkawinan gay, lesbi, dan antar agama
- Obama berjanji akan menarik semua pasukan dari Irak, tapi ternyata, pasukannya itu akan dikirim ke Pakistan-Afganistan (sama saja?)
Mungkin bagi umat muslim antara rezim Bush dan Obama bisa diibaratkan Keluar Lubang Serigala Masuk Lubang Buaya alias sama saja.
Namun, mari berpikir positif. Kemenangan Obama berarti kemenangan kaum muda, sehingga ini membuktikan bahwa seluruh dunia memang sedang menantikan pemimpin yang segar.
Sudah saatnya terjadi kaderisasi kepemimpinan, yang tua tidak boleh menuhankan pengalaman sama halnya dengan yang muda tidak boleh merasa rendah diri dihadapan orang tua.


soal irak dan afganistan… kayaknya ga gitu juga deh. ke afganistan kan untuk mengatasi taliban, lagian itu juga belum tentu terjadi, dilihat dulu gimana perlunya.
face it, if you’re a presidential candidate of the united states of america, you can’t really win if you don’t support the rights of gay and lesbian people.
soal pernikahan antaragama, saya (yang awam) baca-baca katanya di Quran ada tulisan, pria Muslim boleh nikah sama Ahli Kitab manapun.
but anyway, none of that is really our business. United States adalah United States, Indonesia adalah Indonesia, dan Iran adalah Iran.
nggak harus ngebawa Indonesia ke arah anti-amerika kayak Iran, atau, ehem, secara konspiratif menyatakan Amerika anti-Islam.
banyak masalah yang mungkin memang bisa diatasi dengan agama tapi nggak harus selalu dikaitkan dengan agama: ekonomi, kesehatan, pendidikan, hak asasi manusia, dan lain-lain.
Comment oleh Andhika Nugraha — Oktober 28, 2008 @ 3:25 pm |
betul. ngapain juga repot-repot dukung obama sepenuh hati. udah tau belum mau nyoblos caleg yang mana? hehehe.
awalnya sih seneng denger obama menuntut pasukan ditarik dari Irak. eh tahunya malah mau dipindahin ke afghanistan dan bikin target baru: Pakistan. yaaahhh….
Comment oleh ryansight — Oktober 29, 2008 @ 11:57 am |
hhaha. teu kudu ngurusan nagara batur. urusan heula nu indonesia minimal bermula dr beuteung heula. hha.
Comment oleh insane — Oktober 30, 2008 @ 8:00 am |
ya yor, urg ge pernah baca di hiji situs. bahwa baik obama atau mccain, sama aja, soalnya mereka sama2 berada dibawah bayang2 BOHEMIAN GROVE, sekte pemuja patung burung hantu yang anggotanya adalah tak lain adalah elite politik amerika dan berbagai negara lainnya, yang memang ada hubungannya dgn zionisme (bukan yahudi yg bener yah, hhe, inget kan yor “ptunjuk”). dan mereka menguasai hampir semua gerakan yg prnah dilakukan amerika, jelas lah pemilihan presiden pun menurut urg gak demokrasi, tpi ditentukan dari sono nya. (emang artikelnya kurg bsai dipercaya, tapi pribadi, aing sih percaya gt)
Comment oleh arses — November 7, 2008 @ 6:19 am |