Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudera yang kaya raya
Negeri kami subur Tuhan
Di Negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Terbusung dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk memebebaskan rakyat
Mereka dirampas haknya
Terbusung dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji
Buat saya sangat merinding
Silakan dengar atau download di sini


Antm hapalkan aja lagu ini, siapa tahu nanti muncul pas ospek di ITB atau anywhere di Indonesia…
Lagu ini kabarnya diciptakan oleh John Sonny Tobing, mantan ketua BEM KM UGM (dulu KM UGM) dari Fakultas Filsafat pada awal era 90-an. Populer di akhir 90-an, ketika reformasi. Mahasiswa UGM biasanya menyanyikan lagu ini pas long march atau pas lagi aksi massa, atau pas lagi naik gunung bagi yang hobi. Lagu perjuangan mahasiswa.
Ada satu lagi lho, Totalitas Perjuangan…
Komentar oleh Rizky — November 22, 2008 @ 10:05 am |
haha.. inget teu yor, dlu aing sok gigitaran lagu ini…
Komentar oleh arses — November 24, 2008 @ 4:09 am |
@ arses
Eta pisan
Komentar oleh muhammadyorga — November 24, 2008 @ 1:41 pm |
@ Rizky
Yeup,, Sepertinya begitu sakral ya?
Komentar oleh muhammadyorga — November 24, 2008 @ 1:41 pm |
Iya. Lagu ini bikin bulu kuduk merinding semua. Kebetulan beberapa waktu lalu saya bikin klipnya. Duh jadi bener2 makin miris melihatnya. Beberapa teman yang lihat juga mengatakan hal yang sama. Walau sdh agak lama, tapi lagu ini tetap dekat dengan konteks kekinian negeri ini yang tak jua berhasil mensejahterakan rakyatnya.
Salam,
Komentar oleh NamakuNamaMuNamaKita — Desember 4, 2008 @ 8:20 am |
Lagu ini dari dulu memang bikin aku mrinding mas, apa lagi ketika di nyaniin bareng2 waktu demo, acara2 khusus apa pelantikan, lagu ini pula selalu membakar semangat para pendengar.
tapi aku mencari2 yang ada puisinya kok gag dapet2 ya syair puisinya itu. mo nulis puisinya ndiri males. lo mas ada Syair puisi itu tlng kirimin ke aku ya…..makasih loch sblmnya.
Komentar oleh Pangeran — Januari 30, 2009 @ 10:40 pm |