Pemikiran dalam pikiran manusia tanpa batas, namun seringkali dibatasi oleh ketanpabatasannya. PemikiranĀ sederhana maupun kompleks bersemerawut dalam pikiran. Satu-dua stuck dan mendominasi ruang tersebut, lainnya muncul-hilangĀ bergantian. Sayang bila mereka tidak diabadikan. Besoknya, sore harinya, atau mungkin detik berikutnya, boleh jadi mereka sirna.
Luar biasanya Sang Pencipta Pikiran, kurang dariĀ 4% kapasitas ruang otak saja dapat menampung seluruh pemikiran Enstein. Newton kurang dari itu. Soekarno kurang dari itu. Dan pemikiran saya, mungkin kurang dari 4% pemikiran Enstein. Tapi tak mengapa. Hak asasi saya untuk terus menulis dan berkarya. Ironisnya, saya membenci orang-orang yang menuhankan hak asasi. Tak mengapa lah. Ini hanya menulis dan berkarya.
Saya yakin mereka semua subjektif. Karena menurut saya, mereka, orang-orang yang mengatakan pemikirannya objektif pun subjektif. Mengatakan keobjektifitasan dengan subjektif.
Saya hanya ingin menjadi insan yang sebaik-baiknya.
Yang bermanfaat bagi lingkungannya…

