Catatan Acak Muhammad Yorga

September 25, 2008

Posisi OSIS Kultural (How?)

Diarsipkan di bawah: Rekayasa OSIS — muhammadyorga @ 2:37 pm

Bagaimana cara membuat posisi OSIS diakui secara kultural?
1. Kekuatan legitimasi perseorangan (wibawa, disegani, dihormati)

  • ada pemimpin yang lahir secara natural, atau dorongan lingkungan semasa SMP nya. Jadikanlah ia sebagai pengurus OSIS. Berarti hal ini mesti diamati sejak alur kaderisasi bermula. Tariklah pemimpin-pemimpin natural sebagai calon pengurus OSIS bagaimanapun caranya.
  • Bagi pengurus OSIS yang memang dirasa belum memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, teruslah belajar (learn about dan learn to do), bagaimana caranya beretorika, memimpin rapat yang baik, menjadi komandan lapangan, semuanya tentu bisa didapat dari mempelajari teori (learn about) dan praktek lapangan (learn to do).
  • Jika poin sebelumnya benar-benar dilakukan, saat anggota OSIS berhadapan dengan pengurus, akan tampaklah wibawa dirinya di mata anggota OSIS tersebut.
  • Legitimasi dapat dilihat dari hal-hal lain seperti prestasi dan kadar kesholehan meskipun tidak dominan.

2. Pengurus yang Heterogen
Walaupun bukan aksioma dalam dunia nyata, namun di dunia kesiswaan, untuk merangkul rakyat yang heterogen dibutuhkan pemerintah yang heterogen pula. Yang dekat dengan masjid, yang suka nongkrong, anak seni, paskibra, dll.

3. Inklusif (telah dijelaskan)

4. Bukti Nyata Kebermanfaatan OSIS bagi Rakyat (yang terpenting)
Rakyat tidak melihat kinerja yang tidak kasat mata. Hal-hal pragmatis yang dilakukan OSIS justru akan berdampak besar bagi pandangan rakyat kepada OSIS. Contoh sederhana; seluruh pengurus OSIS menonton pertandingan ekskul basket bahkan membuat propaganda yang ‘wah’ di sekolah; pengurus OSIS membuatkan proposal dan membantu mencarikan dana bagi ekskul; mengadakan buka bersama angkatan. Dll. Dll.
Hal-hal seperti itu bagi kita memang dirasa kurang manfaatnya dalam jangka waktu ke depan padahal ternyata sangat penting bagi mereka.
Tips lain akan diberikan secara berkala dalam jurnal di www.muhammadyorga.wordpress.com

Sifat Wajib Pengurus OSIS

Diarsipkan di bawah: Rekayasa OSIS — muhammadyorga @ 2:26 pm

Terlepas bagaimanapun alur kaderisasi pengurus OSIS, pengurus OSIS sendiri mesti bisa memegang posisi kultural di angkatan maupun di sekolah jauh hari sebelum dirinya dipercaya sebagai pengurus OSIS.

Jika belum bisa, segeralah lakukan setelah dipercaya!

Mengapa hal ini menjadi hal yang urgent? Untuk memperkuat eksistensi OSIS secara kurtural, sebelum OSIS dapat berbuat banyak bagi almamater.

Pengurus OSIS sendiri mempunyai dua sifat wajib; inklusif dan eksklusif, yang masing-masing kontradiktif namun saling menguatkan.

Inklusif, maksudnya pengurus OSIS dapat membaur dengan teman-temannya, tidak kebanyakan rapat dan berkongkow ria bersama sesama pengurus jika dirinya sedang dalam waktu luang. Hal ini dapat membuat gap yang besar apalagi jika kenyataannya OSIS tidak mampu berbuat banyak bagi almamater, malah dicaplah sebagai kaum eksklusif nan autis.

Eksklusif, tetap menjaga identitas sebagai pengurus OSIS dengan menjaga integritas dan keteladanan meskipun lingkungan menentang. Kuat dan tidak terseret arus.

September 19, 2008

Diarsipkan di bawah: Lingkungan Hijauuu — muhammadyorga @ 3:27 pm

SELAMATKAN BABAKAN SILIWANGI

Gaswat, Baksil yang merupakan kawasan serapan air yang sudah langka di Kota Bandung mau di jual ke pihak swasta sama walikota kita yang baru!

Infonya, Buka di:

http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/

Torehan Reformasi Taufik Ismail

Diarsipkan di bawah: Puisi — muhammadyorga @ 3:09 pm


Empat syuhada berangkat pada suatu malam
Gerimis air mata tertahan di keesokan
Telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah sedu-sedan
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri
Mengukir reformasi karena jemu deformasi
Dengarkan saban hari langkah sahabatmu beribu menderu-deru
Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu
Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu
Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian di Trisakti bahkan seluruh negeri
Karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah dan arteri sendiri
Merah putih yang setengah tiang ini
Merunduk di bawh garang matahari
Tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi
Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama
Dan kalian bersih pahlawan, bersih dari dendam
Karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan

(Taufik Ismail, 1998)

Posisi OSIS: Kultural dan Struktural

Diarsipkan di bawah: Rekayasa OSIS — muhammadyorga @ 2:44 pm

OSIS adalah satu-satunya wadah bagi kegiatan kesiswaan di sekolah baik secara struktural maupun kultural.

Secara strukural maksudnya OSIS berada dalam puncak hirearki kesiswaan, membawahi pramuka, pecinta alam maupun yang lainnya (walaupun organisasi tersebut sudah menjadi organisasi profesional yang jaringannya tersebar ke luar sekolah) selama anggotanya masih merupakan siswa sekolah tersebut (sehingga tetap diistilahkan sebagai ekstrakulikuler).

Secara kultural maksudnya pengurus OSIS sendiri memang menjadi pusat pemerintahan yang diakui secara de facto oleh semua siswa yang notabene anggota organisasi tersebut.

Meskipun demikian, jangan pernah ada intervensi berlebih kepada semua ekskul yang di bawahinya, anggap saja setiap ekskul adalah negara otonomi yang berwenang mengurus dirinya masing-masing.

Oya, sering ada pemaknaan yang salah. OSIS adalah bentuk mikro negara, dengan seluruh siswa sebagai anggotanya (rakyat). Keanggotaan dicabut saat siswa tersebut meninggal dunia atau meninggalkan sekolah.

Nah, pengurus OSIS lah yang berperan sebagai pemerintahan (lembaga eksekutif), sedangkan MPK berperan sebagai badan legislatifnya. Jadi opini yang salah jika orang mengatakan hadirnya MPK tidak berdasar karena malah akan menimbulkan organisasi ganda dalam dunia kesiswaan. Tidak! Pengurus OSIS maupun MPK keduanya berada di bawah naungan Negara Organisasi Siswa Intra Sekolah.

Preambule: Buatlah Kami Bangga dengan Lambang yang Tertera Pada Saku Seragam Kami!

Diarsipkan di bawah: Rekayasa OSIS — muhammadyorga @ 2:41 pm

Ya. Andai kita memaknai lebih dalam Lambang segiempat yang terpampang pada saku dada jutaan pelajar tingkat menengah di seantero nusantara ini, banyak pertanyaan yang timbul.

Sayangnya, tidak semua orang memaknainya, atau mungkin menyadarinya, bahwa lambang itu memiliki arti.

Tak diragukan, hampir setiap siswa cinta dengan almamaternya, memiliki sense of proud, rasa arogansi untuk almamaternya.

Tak dipungkiri, banyak siswa yang mengaku masa SMA adalah bunga kehidupan, kesenangan dan kepuasan tersendiri. Solidaritas dan pemaknaan hidup adalah motif yang paling dominan.

Namun, siapa yang bangga dengan OSIS? Siapa peduli dengan organisasi autis yang asyik sendiri dengan kinerjanya yang dirasa tidak bermakna bahkan membuat bangga siswanya yang notabene anggotanya sendiri pun tidak pernah?

“Rekayasa OSIS sebagai Badan Eksekutif Siswa” berharap dapat memberi secercah harapan bagi Anda para aktivis kesiswaan, agar suatu saat mereka bangga dengan Lambang yang tertera pada saku seragamnya.

September 15, 2008

Untuk Dunia yang Lebih Baik

Diarsipkan di bawah: Ilmu dalam Artikel — muhammadyorga @ 4:44 pm

Kawan, masih ingatkah saat di taman kanak-kanak dulu, apa cita-citamu? Astronot, dokter, atau presiden?

Whew, ruar biasa sekali yah, kebanyakan berbeda kalau dibandingkan dengan cita-cita kita sekarang, bahkan mungkin sekarang ada di antara kawan-kawan sudah tidak kenal lagi dengan sesuatu yang namanya cita-cita. Wajar bila semakin jauh kita melangkah, maka akan semakin mempersempit mimpi kita.

Selamat saya ucapkan bagi kawan-kawan yang masih menggantungkan cita-citanya setinggi langit (wuiss, emang bintang). Tetaplah kejar terus mimpimu. Hehe.

Hanya saja, pola pikir yang terbentuk mengenai cita-cita kita sering kali tidak sempurna (bukan salah). Kebanyakan orang tidak memikirkan manfaat cita-citanya bagi lingkungan.

Contoh:

“Seorang anak bercita-cita menjadi orang sukses, bergaji tinggi dan rumah mewah.”

“Seorang anak ingin masuk kedokteran soalnya penghasilan dokter tuh besar.”

Dewasa ini, penyakit egosentris memang sedang menggerogoti umat manusia pada umumnya. Zaman ini adalah waktunya seseorang memikirkan dirinya sendiri. Persetan dengan orang lain. Yakinlah bahwa kesuksesan pribadi adalah yang paling utama. Hayo jujur? Siapa yang ingin kaya dan punya rumah mewah? Ingin penghasilannya di atas 10 juta?

Nah, apakah keinginan tersebut salah? Tidak lho, hanya belum sempurna saja. Mening kita pikirkan lagi mengapa gaji kita mesti di atas 10 juta. Mau kita pakai untuk apa? Apa manfaat yang bisa kita beri buat lingkungan kita jika menjadi seorang dokter?

Bayangkan jika zaman dulu zamannya para sahabat, mereka semua hanya memikirkan diri mereka sendiri.

Abdurahman bin Auf, seorang pengusaha sukses di zaman Nabi, akan menjadi entrepreneur kaya tanpa mendedikasikan kekayaannya untuk kejayaan islam.

Amru bin Ash, seorang politisi yang ulung, akan memanfaatkan kecakapannya untuk meningkatkan popularitasnya dan memperkuat jabatannya tanpa berperan dalam kemajuan umat.

Atau bayangkan bila Ir. Soekarno memutuskan untuk menjadi insinyur yang begaji besar, maka ia akan mengabdi kepada Belanda, bukannya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Atau bila Pangeran Diponegoro hanya memikirkan bagaimana memiliki istri cantik mungkin ia akan memintanya kapada Belanda dan berhenti berjuang.

Efeknya, mungkin Islam tidak akan sampai ke diri kita. Atau mungkin bangsa ini belum merdeka.

Coba pikirkan, bila semua manusia di dunia ini, hanya memikirkan diri mereka, hanya hidup untuk memenuhi isi kantung dan isi perut mereka masing-masing. What a suck world! Terjadilah kapitalisme besar-besaran di dunia, dimana jurang antara si kaya dan si miskin semakin ternganga lebar.

Ayolah Bung, sudah saatnya kita berfikir untuk dunia yang lebih baik. Bercita-citalah menjadi sarjana elektro, yang akan membenahi krisis listrik di negeri ini. Atau jadilah sarjana perminyakan, yang menyelamatkan minyak di negeri ini yang sebenarnya masih tertimbun amat banyak. Berpikirlah menjadi dokter yang dapat menyelamatkan nyawa jutaan jiwa penduduk miskin.

Bercita-citalah, dan pikirkan manfaatnya untuk dunia. Bukankah Rasulullah pernah bilang, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

Bermanfaatlah. Untuk islam, untuk bangsa, dan untuk almamatermu.

(Ditulis Dalam Bulletin Tifosi Perdana Untuk 2011, dengan bahasa sederhana)

September 9, 2008

Jelaga Dalam Diri

Diarsipkan di bawah: Puisi — muhammadyorga @ 2:16 pm

dosa itu bagai jelaga // jelaga hitam pekat yang mengaburkan pijarnya bohlam // menghitam dan terus menghitam // awalnya noktah setitik, kemudian menebal dan menutupi sang bohlam // begitu pun yang diperbuat dosa // hati itu murni, berpijar yang cahayanya benderang berbuah manisnya akhlak // maka hati pun kan menghitam dan terus menghitam // hingga akhirnya pijarnya tertutupi dosa // hati pun membusuk // hati pun mati // ia tak lagi merasa indahnya iman //

berjelagakah hatimu kawan??

September 3, 2008

Bintang yang Dahulu

Diarsipkan di bawah: Puisi — muhammadyorga @ 2:28 pm


Bintang itu bangkit

Bintang itu meletupkan percikan pijar

Bagai dian dalam selongsong jiwa

Menuai rasa memupuk asa

Bintang itu peduli

Bagai menghapus serpihan hampa

Bintang itu mengerti resah lirih diri

Membuatku dihargai

Bintang itu percaya

Hingga ku mampu tegak berdiri di atas satu hati

Dan mampu tegak menghadapi dunia

Walau semburat amarah kadang mewarnai harinya

Bintang itu melindungi

Bagai penjaga hati dalam gamangnya sukma

Bintang itu setia menjaga segalanya

Menemaniku dalam entakan langkah dan hembusan jiwa

Bintang itu abadi

Bintang itu . . .

WNI, 2008

September 1, 2008

Pemenang SMS Ramadhan Yorga-Cup

Diarsipkan di bawah: Curhat yang Tak Perlu dibaca — muhammadyorga @ 10:23 am

Laut slalu bersama pasir…
Matahari slalu bersama panas…
Langit slalu bersama awan…
Sama seperti kehidupan, dimana kesalahan selalu bersama kata maaf.
Met Shaum.

(K’Amri Sanusi ‘07)

Bilih kantos nyungkelit hate,
tugenah manah,
kasiku catur,
katajong cariosan,
Tisoledat lampah,
Mugia ridho ngahapunten simkuring.
Wilujeng sasih shaum!

(Frenki, temen SMP 2)

Ya, inilah 2 orang juara sms ucapan selamat Ramadhan ke hapeku, semoga mendapat balasan dari Allah!

Aamiin…

Ramadhan Telah Tiba Hatiku Gembira (Haxhax)

Diarsipkan di bawah: Ilmu dalam Artikel — muhammadyorga @ 10:14 am

Marhaban Ya Ramadhan, Saatnya mengevaluasi diri atas apa yang dilakukan setaun ini, ramadhan adalah recharge, larva dalam metamorfosis, pengasah gergaji kehidupan.

Betapa saya rindu suasananya, masjid yang ramai, orang-orang tilawah dimana-mana, pasar baru yang senantiasa penuh (hehe, budaya baju lebaran masih merebak), berbuka bersama sahabat-sahabat, Subhanalloh!

Oya, setelah saya amati beberapa fenomena manusia menghadapi Ramadhan ini, saya menemukan 4 tipe manusia:

  • Orang yang benar-benar membuat perencanaan serta targetan bahkan hingga goal pascaramadhan, dia menulis secara terperinci jumlah hafalan Qur’annya, majelis ta’lim yang hendak diikutinya, solat berjama’ahnya. Bahkan, orang ini memberi konsekuensi kepada dirinya sendiri jika targetnya tidak tercapai.
  • Orang yang membuat target alakadarnya, bersemangat di minggu pertama dan selanjutnya berkata, “Target? Udah lupa, wae lah.”.
  • Orang yang apatis, satu hari sebelum Ramadhan tiba dirinya baru sadar, “Walah, besok udah puasa lagi yha? Ga kerasa.” Namun besoknya ia tetap berpuasa, karena itu memang kewajiban dan rutinitas tahunan baginya.
  • Orang yang antipati, “Anjrit, males lah besok udah puasa lagi, ga bisa makan es serut syalala.” Tipe ini pun dibagi dua lagi, ada yang tetap menjalankan rutinitasnya seperti no. 3, sambil mengeluh dan paling hobi jika beli-beli makanan untuk berbuka. Rakus padahal belum tentu bakal di makan. Ada pula yang siang harinya sembunyi-sembunyi di kios sambil makan kupat tahu. Na’udzubillah, Celakalah wahai penjual kupat tahu!

Nah, Anda termasuk yang mana, Bung? Yang jelas Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Bukan tidak mungkin derajat taqwa diperoleh.

Saya amat menghargai waktu di Ramadhan ini, watak seorang melankolis, si sempurna, yang hitung-hitungan terhadap waktu yang dihabiskannya. Apalagi Ramadhan ini dimana setiap amal dilipatgandakan balasannya. Uwwwh, tanpa bermaksud mencurangi Yang di Atas, berlaku soleh kalo amalan dilipadgandakan saja, mengapa tak kita manfaatkan fasilitas Allah ini sebaik-baiknya, kawan?

Alangkah seringnya akibat makna yang tersamarkan bahwa tidur orang yang shaum adalah ibadah, kita lebih memilih tidur dibanding beraktivitas. Merugilah ia. Di saat Allah melipatgandakan ganjaran setiap langkah kaki menuju majelis ilmu, setiap ucapan salam dalam silaturahim ke teman-teman lama, dirinya malah asyik-asyikan bermimpi di siang bolong.

Haha. Semoga menulis blog ini bukan suatu kesia-siaan.

Aamiin…

Ikhlaskan hati, putihkan jiwa, atas lisan dan perbuatan yang tak terjaga.

Dalam semburat fajar ini mari tekadkan ramadhan ini menjadi yang terbaik sepanjang hidup kita!

Rekayasa OSIS, Badan Eksekutif Siswa…(Prologue)

Diarsipkan di bawah: Sekolah Pendidikan dan Kesiswaan — muhammadyorga @ 10:08 am

AKAN SEGERA HADIR

Agustus 28, 2008

Hari-hari Ini Setaun Lalu

Diarsipkan di bawah: Sekolah Pendidikan dan Kesiswaan — muhammadyorga @ 4:07 pm

28 – 30 Agustus 2007

Kampanye ketua OSIS, shock dengan antusiasme mayoritas 2009 kepada Senoaji, nyalipun menciut.

31 Agustus 2007

Hari dimana Hati bergemuruh, saatnya kampanye ke kelas-kelas, mimpi buruk berorasi di depan kaka kelas yang, emmm, apatis!!

Merenung di Masi’ina Solihin, menangis, menyesal. Tak ada lagi kata mundur.

Debat Terbuka Calon Ketua OSIS. Begitu manisnya mulut berbicara, begitu mudahnya janji diobral. Masya Allah. Diri ini amat bodoh. Ada tekad yang kuat, namun tak memikirkan bagaimana langkahnya.

Curhat ke si papih, baru ngasi tau anaknya tercinta jadi calon ketua OSIS. Meretakkan hubungan kami semalam.

31 Agustus 2007

Pemilu!! Hari bersejarah bagi saya, atau mungkin langkah kecil untuk SMA 3. Atau dunia?? Hari dimana lebih dari 1000 orang menyilang 1 di antara 3 foto hanya dalam waktu beberapa detik, namun berpengaruh besar bagi kehidupan seseorang dalam satu tahun berikutnya. Saya berharap bukan sekadar satu orang, banyak.

Pilihan saya jatuh kepada Senoaji, tapi mayoritas berkehendak lain, apapun motifnya.

13.10 ke kantin, lihat hasil perhitungan akhir. Inilah hasilnya.

14.00 dibaiat sama temen-temen DKM, berpesan untuk saling mengingatkan, di mentor Kang Dito agar selalu ingat tujuan awal. Kata-kata mengalir dari warga SMA 3, namun saya tak dengar apa intinya. Selamat, titip SMA 3, Jaga almamater, blablabla, blablabla.

Menyendiri di Al-kautsar, janjian ba’da maghrib sama Kang Faris 07, mentor pertama saya.

. . . . .

28 Agustus 2008, Rumah

Menarik nafas lega. Alhamdulillah, telah tuntas amanah ini, dengan terpilihnya Aulia Abdillah Ramadhan, adik yang hebat, yang lebih hebat dari saya. Hehe. Hanya sedikit warna yang tergores untuk SMA 3 selama satu tahun ke belakang, Banyak janji dan kata yang belum tuntas. Jauh. Tidak seberapa dibanding mereka, pendahulu sebelum saya.

At least, 2010 dan 2011 lebih baik dari kami, itu sedikit torehan kami untuk SMA 3.

Hari ini, buku OSIS LV ditutup,

Penuh canda, tawa, tangis, debat, haru, dan Perjuangan.

Inilah Persembahan Dari Kami.

Untuk TUHAN, BANGSA, dan ALMAMATER !!!

Agustus 19, 2008

Bike to School??

Diarsipkan di bawah: Lingkungan Hijauuu — muhammadyorga @ 12:30 pm

Bersepeda tampaknya jauh lebih mengurangi emisi gas karbon dibandingkan membuat seminar tentang global warming. It’s really a very bulshit job, isn’t it?

Seperti event yang dibuat sebuah SMA Negeri ternama beberapa waktu lalu menjelang pensinya.

Atau pemberian seratus batang pohon ke dinas pertamanan kota tanpa peduli dengan pemeliharaannya seperti yang kami lakukan (bahkan tidak peduli mau ditanam atau tidak).

Atau sebuah inisisasi untuk membuat spanduk panjang bertuliskan “kami peduli lingkungan” dan semacamnya dari ribuan siswa.

Agree?

Tentu saja.

Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan saya belum juga pake sepeda ke sekolah antara lain:

1. Jarak tempuh jauh +/- 14 km. Jangan-jangan di sekolah malah tidur kecapean.

2. Mobilisasi yang kerap mengelilingi Bandung. Busy man.

3. Ga punya sepeda (paling utama)

Hehe

Agustus 16, 2008

QUOTES dis DAY

Diarsipkan di bawah: Quotes — muhammadyorga @ 2:19 pm


“Para pahlawan mukmin sejati bukanlah pemimpi di siang bolong atau orang-orang yang berdoa dalam kekosongan dan ketidakberdayaan. Mereka adalah para petani yang berdoa di tengah sawah, para pedagang yang berdoa di tengah pasar, para petarung yang berdoa di tengah kecamuk perang.

MEREKA MEMPUNYAI MIMPI BESAR TETAPI PIKIRAN MEREKA TERCURAHKAN PADA KERJA,

Sesekali mereka menatap ke langit unttuk menyegarkan mimpi mereka. namun setelah itu mereka menyeka keringat dan bekerja kembali.”

Tikus Dimana-mana

Diarsipkan di bawah: Bangsa dan Realitas — muhammadyorga @ 2:05 pm

ANJING!!

Ups, sorry

Hanya ekspresi dari pemikiran yang diejawantahkan ke dalam monitor. Saya ga habis pikir, tikus-tikus sekarang ga cuma ada di sawah ato dapur rumah aja, mereka bukan cuma merongrong dan merampas makanan melempem dari meja makan, bahkan duit. Tikus-tikus berkedok dasi pejabat. Mewabah di rumah pertiwi, merakyat dan mengakar.

Apakah saya mesti sebut nama tikus-tikus itu satu per satu? Al-amin, Urip, Pazkah, Bulyan, Danny, siapa lagi? Waduh, kebanyakan bung! Aparat desa ampe wakil rakyat, guru ampe pejabat eksekutif negara, karyawan ampe kepala dinasnya juga.

Gila juga tuh, aparat penegak pun ikut-ikutan disuap, Mantan Kapolda dibekuk, Jaksa agung juga, Ampe-ampe gossipnya Kelompok Pemberantas tikusnya pun disuap…

Pa Guru PPKN bilang, ternyata total korupsi di era reformasi jauuuuh lebih gede daripada di era Pa Harto. Kenapa? Soalnya dulu mah tikusnya cuma satu, gede sih, tapi da cuma satu. Sekarang?

Eits, Anda jangan cuma mengurut dada dan bertekad membasmi tikus-tikus itu kelak, kalo Anda masih suka NYONTEK, masih suka NGARET, Anda berarti termasuk bagian dari mereka: tikus kecil, cecurut, namun calon Tikus Perampas Harta Pertiwi.

Hahaaa…

Fakta Dewan Rakyat Kita

Diarsipkan di bawah: Bangsa dan Realitas — muhammadyorga @ 1:48 pm

Rekaman Sadapan Telepon:

Al Amin Nasution (AAN) : Di mana, bos?
Azirwan (A) : Di Ritz Carlton.
AAN : Namanya?
A : Mistere, tempatnya turun lift satu.
AAN : Jam berapa?
A: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
AAN : Ya, carikanlah.

A : Yang kira-kira udah lama aku kenal, bos ini paham kan kira-kira.
AAN : Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
A : Tak bagus.
AAN : Udah dipakai ya?

A : (Tak jelas terpotong interupsi) Nanti aku carikan yang bagus.

Fa aina Tadzhabuun

Diarsipkan di bawah: Quotes — muhammadyorga @ 1:42 pm

Hidup adalah pilihan…

Lo bebas milih apapun dalam hidupmu

tapi lo ga bisa milih konsekuensi dari pilihan lo itu…

Maka jalan mana yang lo pilih?

Maka kemana lo bakal pergi?

(QS. Attakwir ayat 26)

Juli 22, 2008

Salut Buat Kang Dada

Diarsipkan di bawah: Curhat yang Tak Perlu dibaca — muhammadyorga @ 1:12 pm

Ckckck…

Hebat nian alumni SMA N3 Bandung yang satu ini. Di samping kesibukan beliau sebagai walikota Bandung periode kemarin, masih sempatnya beliau menduduki berbagai jabatan lain.

1. Kepala Badan Narkotika Kota Bandung

Ini bukan kampanye, setelah mundur dari walikota karena bermaksud mencalonkan diri lagi, beliau hadir di SMA 2 Bandung dalam event peringatan Hari Narkotika sedunia bertajuk “bermain musik tanpa narkoba bersama kang dada” dengan kapasitasnya sebagai kepala Badan Narkotika. Setiap band yang tampil diwajibkan menyanyikan lagu dengan lirik “…dialah kang dada… figur walikota…” (bukan lagu yang berkaitan dengan narkoba). Background panggung dihiasi foto close-up beliau (bukan foto yang berkaitan dengan narkoba), doorprize acara adalah gitar listrik bergambar beliau (bukan gambar yang berkaitan dengan narkoba). Tapi sekali lagi, ini bukan kampanye, beliau hadir sebagai kepala badan narkotika.

2. Ketua Umum PERSIB

Beliau menjanjikan akan membangun stadion PERSIB jika terpilih lagi jadi walikota. Oya, coba anda melewati jalan Surapati atau Stadion PERSIB, anda akan mendapati baligo berisi jadwal pertandingan PERSIB dengan ukuran font kecil dan di atas/sampingnya ada foto close-up beliau dimana ukurannya lebih besar dari keseluruhan jadwal pertandngan PERSIB. Tapi sekali lagi, ini bukan kampanye. Foto beliau memang relevan dengan kapasitasnya sebagai Ketua Umum PERSIB (Tapi alangkah lebih baiknya kalo fotonya tim PERSIB aja ya)

Ya Alloh, jauhkanlah aku dari prasangka buruk, karena prasangka adalah dosa, walau telah tampak bukti-bukti nyata yang membuatku berprasangka kepadanya.

Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat curang, janganlah aku termasuk orang yang memanfaatkan jabatanku, sehingga orang berprasangka padaku.

Aamiin…

Sekolah yang Katanya Bertaraf Internasional

Diarsipkan di bawah: Sekolah Pendidikan dan Kesiswaan — muhammadyorga @ 12:57 pm

Oya, saya belum bilang, mengapa jam pelajaran di SMA 3 Bandung ditambah, baik kelas1, 2 maupun kelas 3. Pihak sekolah bilang ini tuntutan dari negara (departemen pendidikan nasional kali) , mesti ada penambahan mata pelajaran dan waktunya karena sekolah ini bertaraf internasional.

Imbasnya, waktu bagi kegiatan kesiswaan (Ekskul dan Organisasi) makin berkurang.

Namun saya tidak mau berkomentar. Hehee… Capa ngomongin mulu mah

Selamat menghabiskan waktu lebih lama di dalam kelas! Semoga kita dapat mengambil hikmah daripadanya…

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.